Selamat Datang di Situs Berita Media Papua...! Follow us on

Aksi Demo Damai Jika Tak jadi Gubernur DKI, Ahok jadi Presiden di Papua

Posted on : 17 Nov 2016 11:40:22 Dibaca sebanyak : 5902 kali

Manokwari, Mediapapua.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendapat dukung ribuan warga Manokwari. Rabu (16/11/2016), ribuan warga yang tergabung dari seluruh denominasi gereja di daerah ini, menggelar aksi turun jalan. Aksi long march dimulai dari perkantoran Sanggeng dan finish di Lapangan Sepak Bola Borasi.

Ada sebuah spanduk berisi tulisan menarik, ‘Jika Ahok tak jadi Gubernur Jakarta, Ahok jadi Presiden di Papua’. Selain itu, ada pula spanduk bertuliskan ‘Stop dagelan SARA, Stop Kafir, stop tolak Ahok’.

Usai long march, ribuan warga yang tampil berpakaian serba merah ini, melanjutkan dengan ibadah bersama. Setelah itu, menyerahkan petisi atau dukungannya kepada Bupati Manokwari, diwakili Sekda, FM Lalenoh.

Terdapat 14 poin petisi yang diserahkan Aliansi Papua Bersatu untuk Indonesia Damai, diantarnya, Indonesia ada Negara Pancasila yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh Tumpa Darah Indonesia, Tanpa membedakan Suku, Ras, Agama dan Budaya,maka Aliansi Menolak  sikap Arogansi dan Dominasi atas nama suku dan agama apapun di bangsa ini.

Ahok adalah WNI yang berhak mendapat perlindungan dan kesempatan yang sama menjadi pemimpin, serta membangun Indonesia. Aliansi menilai adanya upaya dari pihak tertentu untuk menghalangi Ahok kembali menjadi Gubernur di DKI Jakarta dengan berbagai cara, termasuk melakukan rekayasa atas pidato Ahok dan memainkan Isu SARA serta menggunakan kekuatan masa.

Aliansi juga berpendapat kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok melalui Demo 4 November lalu merupakan rekayasa politik untuk menjatuhkan Ahok demi kepengingan pihak tertentu. Selain itu, seruan kepada semua suku, agama dan golongan, untuk tidak terprovokasi dengan isu SARA yang dimainkan pihak tertentu untuk menciptakan konflik internal.

Aliansi mendorong untuk segera mengakhiri kasus Ahok karena penuh rekayasa dan dapat membahayakan kerukunan bangsa, termasuk menolak perlakuan diskriminatif terhadap Ahok dan golongan minoritas, karena melanggar Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika.

Aliansi mendorong pemerintah Indonesia menghentikan semua aksi demo yang menolak Ahok. Pasalnya, 'Menolak Ahok sama dengan Menolak Papua Dan Jika Diteruskan Sama Halnya Dengan Mengusir Kami dari NKRI'.

Pemerintah didesak menangkap dan memproses hukum semua aktor politik dan tokoh intelektual yang telah  sengaja memanfaatkan kasus Ahok untuk memicu Konflik SARA dan Mengancam keutuhan NKRI.

Aliansi mengajak semua Agama sebagai saudara sebangsa untuk tetap bergandengan tangan menjaga keutuhan NKRI dengan menolak semua bentuk radikalisme dan terorisme. Desakan juga muncul bagi pemerintah untuk membubarkan ormas radikal dengan memiliki ideologi berbeda dengan Pancasila dan menyampaikan ujaran kebencian secara terbuka didepan umum.

Aliansi mengajak semua pihak baik masyarakat dan TNI/Polri, menjadikan Papua sebagai Tanah Damai dan menolak semua bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM.

Aliansi meminta penyelesaian Kasus Ahok secara kekeluargaan sebab banyak Kasus Gereja yang dibakar, ditutup, dibongkar, dilarang, bahkan pendeta-pendeta dibunuh namun kami tidak membalas sebagaiman ditunjukan Orang Tua dari Intan Olivia Marbun, korban BOM Samarinda 13 November 2016, yang dengan tulus Hati memberikan Maaf dan mendoakan Pelaku Pengeboman.

Presiden Republik Indonesia diminta melaksanakan Rekonsiliasi Nasional dalam rangka menjalin kembali tali persudaraan yang rukun antar semua komponen bangsa demi Indonesia yang damai. Semua petisi diatas secara tegas dan lantang disampaikan Ketua Aliansi Papua Bersatu untuk Indonesia Damai, Obed Arik Ayok.

Sekda mengaku siap menindaklanjuti petisi tersebut kepada Bupati Manokwari, guna memenuhi harapan masyatakat yang meminta proses tersebut bisa segera sampai ke tangan pemerintah pusat.

Senada, Anike Sabami, Wakil Ketua II MRP PB,  berjanji bersama anggota MRP PB lainnya, akan bertemu Presiden Jokowi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Umat Hindu di Papua Barat, Ida Bagus Putu Candi, yang turut  menyampaikan jika umat Hindu yang ada di Papua Barat selalu mendukung hal-hal yang baik, karena hal yang baik tentu akan disertai Tuhan. (mp-13)

KOLOM HUMANIORA
17 Jun 2017 08:08:01

Bupati dan Wabup Buka Puasa Bersama Wartawan...

Bintuni, Mediapapua.com- Memasuki akhir bulan Suci Ramadhan, serta bersamaan menjelang momen satu tahun kepemimpinannya. Bupati dan Wakil Bupati, Ir. Petrus Kasihiw,MT dan Matret Kokop,SH, menggelar a...
KOLOM PARLEMENTARIA PAPUA BARAT
14 Jun 2017 14:06:44

DPR PB Dukung Kehadiran Kantor Komnas HAM Papua Barat...

Manokwari, Mediapapua.com – Anggota DPR Papua Barat (DPR PB), Yan Anton Yoteni, mengatakan, Komnas HAM telah mengeluarkan keputusan bulat tanggal 8 Februari lalu, tentang pembentukan Kantor...
KOLOM TEKNOLOGI
11 Jul 2016 10:19:49

DPRD Mansel Tetapkan 17 Perda...

Mansel, Mediapapua.com - DPRD Manokwari Selatan menetapkan 17 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Pemda Mansel untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), dalam sidang Parip...
KOLOM METROPOLIS
19 Jun 2017 22:24:25

Cegah Seks Bebas, Ibu-Ibu Kwarnas Adakan Kumpul Gaul Ramadhan...

Manokwari, Mediapapua.com- Masa pubertas adalah saat seorang anak mengalami perubahan fisik, pisikis dan pematangan fungsi seksual. Agar seorang anak dapat melalui masa ini dengan baik, Ikatan Ibu-Ibu...
STATISTIK PENGUNJUNG
Flag Counter
INDEXS KATEGORI

Kategori Papua Barat

Kategori Politik

Kategori Hukrim

Kategori Ekonomi Bisnis

Kategori Olahraga

Kategori Humaniora

Kategori Parlementaria Papua Barat

Kategori Metropolis

Kategori Manokwari

Kategori Manokwari Selatan

Kategori Sorong

Kategori Teluk Wondama

Kategori Kaimana

Kategori Pegunungan Arfak

Kategori Raja Ampat

Kategori Bintuni